You are here: Home Artikel Batik untuk Pengantin (1)

Batik untuk Pengantin (1)

E-mail Print PDF

Bagi mempelai yang memilih pernikahan ala tradisional Jawa, hampir dapat dipastikan memilih kain batik untuk melengkapi busana pengantinnya. Seperti juga berbagai tata cara dalam rangkaian upacara tradisional Jawa yang sarat makna, corak kain pengantin tradisional juga memiliki makna, nilai, serta filosofi yang berbeda satu dengan lainnya.

Oleh karena itu, seorang mempelai sebaiknya memahami terlebih dahulu corak atau motif apa saja yang umum digunakan dalam pernikahannya dan tidak hanya memilih kain batik pengantin hanya berdasarkan keindahan coraknya saja. Dalam acara pernikahan, dianjurkan agar mempelai menggunakan kain batik bermotif yang diawali dengan kata ‘sida/sido’ yang berarti ‘jadi’, seperti:

Sido Mulyo

Kain batik pengaruh Kraton yang berasal dari daerah Banyumas ini pantas dikenakan oleh mempelai pria maupun wanita dan memiliki makna hidup dalam kemuliaan, kebahagiaan serta limpahan rejeki.

Sido Luhur

Batik dari daerah Kraton Surakarta ini memiliki makna keluhuran atau budi luhur yang dijunjung tinggi dalam hidup. Keluhuran yang dimaksud adalah keluhuran secara lengkap, baik materi maupun non materi. Keluhuran materi mengandung makna hidup berkecukupan, mencukupi segala kebutuhan ragawi dengan bekerja keras sesuai pekerjaan, jabatan, pangkat / derajat maupun profesinya.

Sedangkan keluhuran non materi antara lain terdiri dari keluhuran budi, tindakan serta ucapan. Corak batik Sidoluhur ini sangat cocok digunakan oleh mempelai wanita di malam pengantin.

Sido Asih

Corak Sidoasih berasal dari daerah Kraton Surakarta dengan makna harapan agar hidup rumah tangga kedua mempelai selalu dipenuhi kasih sayang. Kain batik dengan motif ini juga cocok digunakan mempelai wanita di malam pengantin.

Sido Mukti

Jenis batik petani dari daerah Surakarta ini biasanya dikenakan mempelai pria dan wanita saat resepsi berlangsung. Corak kain batik ini memiliki makna tercapainya mukti atau kemakmuran dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Kain batik yang bernama lain Sawitan (sepasang) ini juga melambangkan doa dan harapan terciptanya masa depan yang penuh kebaikan.

Sido Wirasat

Dalam corak kain batik Sidowirasat biasanya disertai dengan paduan motif truntum. Motif ini menjadi simbol nasehat yang selalu diberikan orang tua untuk menuntun kedua mempelai dalam memasuki mahligai hidup berumahtangga.


http://abduh1.blogspot.com